Search This Blog

Showing posts with label klasifikasi bank. Show all posts
Showing posts with label klasifikasi bank. Show all posts

Sunday, 6 August 2017

Klasifikasi BANK

PENGGOLONGAN BANK

Penggolongan Bank menurut Undang-Undang Perbankan No. 14 tahun 1967 dan Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.10 tahun 1998 tentang Perbankan mempunyai beberapa perbedaan:



Menurut UU Pokok Perbankan No. 14 Tahun 1967 

Berdasarkan Jenisnya :
  1. Bank Sentral.
  2. Bank Umum.
  3. Bank Pembangunan.
  4. Bank Tabungan.
  5. Bank Sekunder (Bank Pengkreditan Rakyat).

Berdasarkan Kepemilikannya :

  1. Bank milik Pemerintah.
  2. Bank milik Pemerintah Daerah.
  3. Bank milik Swasta Nasional.
  4. Bank milik Koperasi.
  5. Bank Asing/Campuran.

Berdasarkan bentuk hukumnya :

  1. Bank berbentuk hukum Khusus,dibentuk berdasarkan Undang-Undang.
  2. Bank berbentuk hukum Perusahaan Daerah.
  3. Bank berbentuk hukum Perseroaan Terbatas (PT).
  4. Bank berbentuk hukum Koperasi.

Berdasarkan kegiatan Usahanya :
  1. Bank Devisa.
  2. Bank Bukan Devisa.



Berdasarkan Undang-Undang RI No.7 Tahun1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan

Berdasarkan Jenisnya :
  1. Bank Umum.
  2. Bank Pengkreditan Rakyat.

Berdasarkan kepemilikannya :

  1. Bank milik Pemerintah.
  2. Bank milik Pemerintah Daerah.
  3. Bank milik Swasta Nasional.
  4. Bank milik Koperasi.
  5. Bank Asing/Campuran.

Berdasarkan bentuk hukumnya :

  1. Bank berbentuk hukum Perusahaan Daerah.
  2. Bank berbentuk hukum Perseroan (PERSERO).
  3. Bank berbentuk hukum Perseroaan Terbatas (PT).
  4. Bank berbentuk hukum Koperasi.

Bank berdasarkan kegiatan usahanya :

  1. Bank Devisa.
  2. Bank Bukan Devisa.
  3. Bank berdasarkan pembayaran bagi hasil keuntungan (bank dengan prinsip syariah).

Berbeda dengan jenis bank menurut Undang-Undang No.14 Tahun 1967, Undang-Undang No. 7 Tahun 1992, ataupun yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tidak termasuk Bank Indonesia (BI). karena pada prinsipnya Bank Indonesia (BI) merupakan lembaga negara yang turut berfungsi mengawasi pelaksanaan Undang-Undang yang dimaksud, yaitu dalam kapasitasnya selaku pembina dan pengawas bank, sehingga tidak termasuk dalam jenis bank yang diatur oleh Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.